Berapa tahunkah ghulam ahmad sebagai nabi?

Oleh: RD

Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya (QS.69:44-45)

Kedua ayat ini menegaskan bahwa Alquran itu benar-benar berasal dari Allah SWT, bukan buatan Muhammad, bukan syair-syair yang disusun dan bukan pula khayalan-khayalan yang berasal dari perkataan tukang tenung, karena tidak seorang makhluk pun yang sanggup membuat seperti ayat-ayat Alquran itu. Seandainya Muhammad mengatakan sesuatu tentang Kami dan mengucapkan perkataan yang dikatakannya berasal dari Kami, padahal Kami tidak pernah menyatakan atau mengatakannya, pasti Kami pegang tangan kanannya, untuk menerima hukuman dari Kami. Bagi Allah tidaklah berat dan sukar menghukumnya dengan hukuman yang sangat berat sekalipun, karena Kami Maha Kuasa atas segala sesuatu.
“Memegang tangan kanan” (Al-Akh bil Yamin) adalah ungkapan untuk suatu tindakan yang dilakukan terhadap orang yang berada di bawah kekuasaan seseorang, dengan maksud memberi hukuman kepada orang itu, seperti seorang raja yang melakukan suatu hukuman kepada seorang pemberontak.
Dalam ayat ini dipakai ungkapan tersebut untuk menyatakan bahwa bagi Allah tidak ada suatu keberatanpun untuk melakukan suatu tindakan terhadap Muhammad, kalau Muhammad mengadakan sesuatu yang tidak benar terhadap Nya, sebagai hukuman baginya, bagaimanapun beratnya hukuman itu.
Ayat ini juga mengisyaratkan bahwa seandainya Alquran itu buatan Muhammad, pasti akan ditolak oleh manusia dan Muhammad akan gagal dalam melaksanakan dakwahnya. Kenyataan yang terjadi adalah sebaliknya. Muhammad diterima oleh orang-orang beriman karena mereka percaya akan kebenaran Alquran itu. Dan ternyata pula bahwa agama Islam semakin hari semakin berkembang.
Pada ayat berikutnya,”Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.”(QS.69:46)

Ungkapan “Kami potong urat tali jantungnya” bukan berarti Allah akan turun ke bumi untuk menghukum seseorang tetapi Allah akan memberi pelajaran bagi siapa saja yg berdusta tanpa bersusah payah turun menemui manusia. Jika ayat ini dikaitkan dengan nabi palsu, seseorang yang mengaku nabi tetapi ternyata berbohong atas perkataannya maka kenabiannya tidak berlangsung lama. Dalam sejarah Allah tidak pernah turun dari langit memotong urat tali jantung nabi palsu.Kaum muslimin pasti mengenal nabi palsu ghulam ahmad! Menurut penuturan salah satu buku ahmadiyah kenabian beliau lebih dari 23 tahun, salah satu buku yang memuat penuturan tsb bisa dilihat dibawah ini:

(Sumber: “Penjelasan Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Lampiran VI, hal 2, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1995)
Dalam buku Ahmadiyah tsb tertulis jelas bahwa orang yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi dan Rasul, ia harus sekurang-kurangnya 23 tahun.
Apakah kenabian Ghulam Ahmad lebih dari 23 tahun nanti kita buktikan. Kita coba lihat buku lainnya.

Dalam hal 87 tertulis seperti ini:
Ketahoeilah pembatja jang terhormat, bahwa oesia Hazrat Mirza Ghoelam Ahmad lebih dari 23 tahoen, bahkan sampai 34 tahoen, terhitoeng dari moelai da’wa sampai wafatnja.

Setelah melihat beberapa buku diatas, sekarang kita bandingkan dengan buku Ahmadiyah lainnya. Apakah terbukti bahwa kenabian Ghulam Ahmad itu lebih dari 24 tahun dan bahkan sampai 34 tahun…..ataukah dusta belaka.

(Sumber:  “Riwayat Hidup Ahmad” oleh Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad)

Sampai tahun 1880 dibuku tsb Ghulam Ahmad belum mendakwakan diri sebagai Nabi.
kita teruskan kelanjutannya….

ternyata tahun 1891 pun Ghulam Ahmad belum mendakwakan diri sebagai Nabi dan Rasul tetapi beliau hanya mendakwakan sebagai Masih Mau’ud (Isa yang dijanjikan). Sampai akhir dari buku ini, tidak satupun dengan jelas dan tegas menceritakan pada tahun berapa beliau(MGA) mendakwakan diri sebagai Nabi dan Rasul.

Mungkin para pembaca penasaran pada tahun berapa menyatakan Ghulam Ahmad dianugerahi pangkat kenabian secara zilli dan ummati. Bisa dilihat buku dibawah ini:

(Sumber: “Da’watul Amir” Oleh Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1989.)

Ternyata Ghulam Ahmad menyatakan dianugerahi pangkat kenabian dan kerasulan secara zilli dan ummati baru pada Tahun 1901….ini berarti umur kenabian beliau hanya 7 (Tujuh) tahun saja karena Ghulam Ahmad wafat pada tahun 1908. Sudah sangat jelas bukti nyata dari penjelasan buku “Da’watul Amir” tsb kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Ghulam Ahmad adalah Nabi Palsu.

About ahmadiyah

Check Also

Tafsir Az Zukhruf 57-59

Oleh: WR وَلَمَّا ضُرِبَ ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلا إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ Dan tatkala putra Maryam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.