Kenabian Terakhir berdasarkan Tafsir

Oleh: TN

Dalam kitab-kitab yang mu’tamad, arti “khataman Nabiyyin” adalah:

Dalam Tafsir Khazen, pada jilid V, halaman 218 arti “khataman Nabiyyin” ialah: Kenabian telah tertutup, tak ada lagi nabi sesudah beliau”.
Dalam Tafsir Nasaffi pada jilid III, halaman 2 artinya:”akhir Nabi, tiada seorang juga lagi Nabi sesudah beliau”.
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, pada jilid III, halaman 493 artinya:”Nabi tidak ada lagi sesudah Nabi Muhammad SAW, begitu juga Rasul tidak ada lagi”.

Dalam Tafsit Jalalain yang dicetak bersama Tafsir Shawi pada jilid III, halaman 263 artiinya ayat itu adalah:”dengan Nabi Muhammad SAW disudahi Nabi-nabi”.
Dalam Tafsir al Qasimi pada jilid XIII, halaman 4867diterangkan “khataman Nabiyyin” boleh juga dibaca khatiman Nabiyyin, yang artinya:”Disudahi Nabi-nabi dengan Nabi Muhammad SAW”.
Dalam Tafsir Baidhawi pada jilid ke II, halaman 196 arti ayat itu adalah:”Nabi Muhammad itu Nabi paling akhir yang penutup Nabi-Nabi”.
Dalam Tafsir Thabari, pada jilid ke XXII halaman 16, artinya “khaataman Nabiyyin” ialah Nabi Penutup, tidak dibuka lagi pangkat kenabian sampai hari kiamat”.
Dalam Tafsir Jamal Jalalein, pada jilid ke III, halaman ke 4, arti “khataman Nabiyyin” ialah: Tidak ada anak laki-laki yang ditinggalkannya yang akan jadi Nabi, dan Tuhan mengetahui tiap-tiap sesuatu tentang Nabi dan bahwa Nabi tidak ada sesudah beliau”.
Dalam Tafsir Lubabut Ta’wil jilid ke II halaman 505:”Allah Menutup  dengan beliau pangkat kenabian, maka tak ada kenabian dibelakangnya dan juga tidak bersama-sama dengan dia”.
Dalam Tafsir Durarul Mantsur, Jilid ke VII, pagina 204:”khataman Nabiyyin”=akhir Nabi-Nabi
Dalam Tafsir Nisaburi, Juz XXII, halaman 15:”diantara yang diberitahu oleh Nabi, bahwasanya Nabi tidak ada sesudah Muhammad”.
Dalam Tafsir Fakhrul Razi Jilid ke VI halaman 518:”Ilmu Tuhan mengetahui bahwa Nabi tidak ada lagi sesudah beliau”.
Dalam Tafsir Abi Su’ud, jilid ke VII, halaman 449:”Nabi Muhammad Nabi paling akhir”
Dalam Tafsir Bahrul Muhith, jilid ke VII, halaman 236: “Diriwayatkan dari Nabi bahwasanya Nabi tidak ada sesudahnya”

(Sumber: “40 Masalah Agama”, K.H.Siradjuddin Abbas, Jilid II hal.69, Pustaka Tarbiyah Jakarta).

LAMPIRAN

TAFSIR AHMADIYAH:

Sumber Lampiran : Disini

LAMPIRAN 2

BUKU-BUKU AHmADIYAH

Sumber: “Jawaban Seruan Kepada Ahmadiyah”, Rukhdiyat Ayyubi Ahmad

Sumber: “Da’watul Amir, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, hal 152

Sumber: “MENGHAPUS SUATU KESALAHPAHAMAN (Ek Ghalati Ka Izala)” Oleh: Mirza Ghulam Ahmad Alih bahasa: M. A. Suryawan.


Sumber: “Khabar Suka”, Mahmud Achmad cheema, Hal 18

Sumber: http://islamic.us.to

About ahmadiyah

Check Also

Kenabian Terakhir dalam Pandangan Riwayat-Riwayat

Oleh :  CK Riwayat Imam Ali “….Allah SWT untuk memenuhi janjinya dan menyempurnakan serta mengakhiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.